top of page

[STATEMENT] ‘The Show Must Go On’: As the U.S. Steps Back, Indonesia and Other Middle Powers Must Step Up on Climate

  • fpcindonesia
  • Jan 12
  • 2 min read

The decision of the United States Government under the leadership of President Donald Trump to withdraw from the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) should not undermine Indonesia’s commitment to climate action and energy transition. Beyond the United States, Indonesia has the opportunity to build bilateral financing cooperation with countries in the Global South to continue—and even strengthen—its climate and energy transition commitments.


The following statement is from Dr. Dino Patti Djalal, Founder and Chairman of the Foreign Policy Community of Indonesia:

“The decision by the United States to withdraw from the UNFCCC and IPCC is deeply regrettable. As one of the world’s largest emitters and a major global player, having the United States on board remains imperative for any credible global climate solution.

 

That said, one country stepping away does not diminish the urgency of the climate crisis, nor does it absolve the international community of its shared responsibility. No other country should follow this path. On the contrary, they should redouble their efforts. A ‘world minus the United States’ in climate diplomacy may be unavoidable for now, but the show must go on. Middle powers, including Indonesia, must step up.

 

Indonesia’s climate action cannot be benchmarked against the domestic politics of any single country. Indonesia must continue to deliver real action, from scaling up renewables and phasing down fossil fuels, to protecting forests and oceans and reaching net-zero, ideally by 2050. The path to a resilient future will not be led by retreat, but by those willing to lead forward together.”



Keputusan Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump untuk menarik diri dari United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC) atau Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim tidak berarti menyurutkan komitmen iklim dan transisi energi Indonesia. Selain Amerika Serikat, Indonesia berpeluang membangun kerja sama pembiayaan bilateral dengan negara-negara global south untuk melanjutkan, bahkan memperkuat komitmen iklim dan transisi energi.


Berikut adalah pernyataan yang disampaikan oleh Dr. Dino Patti Djalal, Pendiri dan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia:

“Keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari UNFCCC dan IPCC sangat disayangkan. Sebagai salah satu penghasil emisi terbesar di dunia dan pemain global utama, kehadiran Amerika Serikat tetap sangat penting untuk solusi iklim global yang kredibel.

 

Meskipun demikian, satu negara yang mundur tidak mengurangi urgensi krisis iklim, juga tidak membebaskan komunitas internasional dari tanggung jawab bersama. Tidak ada negara lain yang harus mengikuti jalan ini. Sebaliknya, mereka harus melipatgandakan upaya mereka. 'Dunia tanpa Amerika Serikat' dalam diplomasi iklim mungkin tidak dapat dihindari untuk saat ini, tetapi upaya menangani krisis iklim harus terus berlanjut. Negara middle powers, termasuk Indonesia, harus meningkatkan upaya mereka.

 

Aksi iklim Indonesia tidak dapat dibandingkan dengan politik domestik negara mana pun. Indonesia harus terus memberikan aksi nyata, mulai dari meningkatkan energi terbarukan dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, hingga melindungi hutan dan lautan serta mencapai net-zero, idealnya pada tahun 2050. Jalan menuju masa depan yang tangguh tidak akan dipimpin oleh kemunduran, tetapi oleh mereka yang bersedia memimpin bersama-sama.”


Comments


Logo Climate Unit 2.png

© 2021-2025 Foreign Policy Community of Indonesia

Sekretariat FPCI

Mayapada Tower 1, 19th Floor, Unit 02

Jl. Jenderal Sudirman Kav. 28

South Jakarta, Jakarta 12920

  • YouTube
  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram
bottom of page