top of page

11:30 - 12:45 WIB | Miangas 2 Room
Mewujudkan transisi energi Indonesia memerlukan lebih dari sekadar komitmen—dibutuhkan kemampuan untuk memobilisasi pendanaan menjadi investasi nyata. Dengan kebutuhan pendanaan sekitar Rp16 ribu triliun hingga 2060 untuk mendukung transisi energi, Indonesia perlu memperkuat ekosistem pembiayaan agar aliran modal dapat mengalir ke proyek-proyek yang siap diimplementasikan. Sesi ini akan membahas bagaimana komitmen pendanaan iklim dapat diterjemahkan menjadi investasi nyata melalui penguatan ekosistem pembiayaan, pengembangan pipeline proyek yang bankable dan investment-ready, serta reformasi kebijakan yang meningkatkan kepastian investasi. Diskusi juga akan mengeksplorasi peran pemerintah, sektor keuangan, development finance institutions, dan sektor swasta dalam memanfaatkan blended finance, de-risking mechanisms, dan green finance untuk mempercepat mobilisasi pendanaan serta mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan menuju target net-zero emissions Indonesia.
Delivering Indonesia's energy transition requires more than ambitious commitments—it requires turning climate finance into real investment. With an estimated Rp16 quadrillion (Rp16,000 trillion) needed by 2060 to finance the energy transition, Indonesia must strengthen its financing ecosystem to channel capital into projects that are ready for implementation. This session will explore how available climate finance commitments can be translated into tangible investment by strengthening the financing ecosystem, developing bankable and investment-ready project pipelines, and advancing policy reforms that improve investment certainty. The discussion will also examine the roles of government, the financial sector, development finance institutions, and the private sector in leveraging blended finance, de-risking mechanisms, and green finance to accelerate capital mobilization and scale up renewable energy deployment toward Indonesia's net-zero emissions target.
Panelist and Moderator
bottom of page





