top of page

Sesi 2B

Balapan Menuju Rantai Nilai Hijau: Bisakah Hilirisasi Memacu Pertumbuhan Indonesia?

The Race Up the Green Value Chain: Is Downstreaming Powering Indonesia's Growth?

13:15 - 14:30 WIB | Miangas 1 Room

Seiring percepatan transisi energi global, permintaan terhadap mineral kritis seperti nikel, litium, kobalt, dan tembaga terus meningkat, membuka peluang strategis bagi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia untuk memperkuat posisi dalam rantai nilai hijau global. Melalui agenda hilirisasi, Indonesia berupaya menjadikan kekayaan sumber daya alam sebagai penggerak industrialisasi, peningkatan nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Sebagai contoh, ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi menunjukkan langkah awal menuju industri bernilai tambah yang lebih tinggi. Namun, perjalanan tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari menjaga keseimbangan antara stabilitas pasar dan kepastian investasi, ketergantungan pada pembangkit listrik batu bara captive, hingga dinamika perdagangan internasional dan tuntutan agar manfaat hilirisasi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. Sesi ini akan membahas bagaimana Indonesia dapat menjadikan hilirisasi sebagai mesin pertumbuhan yang tidak hanya memperkuat daya saing industri dan mempercepat transisi menuju rantai nilai hijau, tetapi juga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tangguh, berkelanjutan, dan inklusif.

As the global energy transition accelerates, demand for critical minerals such as nickel, lithium, cobalt, and copper continues to rise, creating a strategic opportunity for Indonesia—as the world's largest nickel producer—to strengthen its position within the global green value chain. Through its downstream industrialization agenda, Indonesia seeks to transform its abundant natural resources into a driver of industrial development, higher value-added production, and long-term economic growth. As a case in point, the development of an integrated electric vehicle battery ecosystem marks an important step toward building higher-value industries. However, this journey continues to face significant challenges, including balancing market stability with investment certainty, reducing reliance on captive coal-fired power generation, navigating evolving international trade dynamics, and ensuring that the benefits of downstream industrialization are shared more broadly across the economy and society. This session will explore how Indonesia can leverage downstream industrialization as an engine of growth that not only strengthens industrial competitiveness and accelerates the transition toward a green value chain, but also delivers resilient, sustainable, and inclusive economic development.

Panelist and Moderator

Logo Climate Unit 2.png
ngosource-2.0-23.01.17-make-the-most-le-inline.png

© 2021-2026 Foreign Policy Community of Indonesia

Sekretariat FPCI

Mayapada Tower 1, 19th Floor, Unit 02

Jl. Jenderal Sudirman Kav. 28

South Jakarta, Jakarta 12920

Contact Us

  • YouTube
  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram
bottom of page