top of page

Sesi 3C
Clean Electrification Is the Future of Energy Security — How Do We Grow Renewables and Electrify Now?
Elektrifikasi Bersih adalah Masa Depan Ketahanan Energi — Bagaimana Kita Mempercepat Pengembangan Energi Terbarukan dan Elektrifikasi?
*Diselenggarakan bekerja sama dengan E3G & GRA.
In collaboration with E3G & GRA
15:00 - 16:15 WIB | Miangas 2 Room
Momentum transisi energi global kini memasuki babak baru, di mana ketahanan energi menjadi sama pentingnya dengan aksi iklim di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, dan pertumbuhan permintaan listrik. Setelah komitmen pada COP28 untuk melipatgandakan kapasitas energi terbarukan hingga tiga kali lipat dan menggandakan laju peningkatan efisiensi energi, serta COP29 yang menekankan penguatan jaringan listrik dan penyimpanan energi, diskusi menjelang COP31 bergeser pada percepatan elektrifikasi sebagai tahap berikutnya dalam transisi energi. Namun, kemajuan saat ini masih jauh dari kebutuhan untuk mencapai target global, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih kuat, reformasi kelembagaan, pendanaan yang memadai, dan kerja sama regional yang lebih erat. Bagi Asia Tenggara, krisis geopolitik terkini semakin menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan membangun sistem energi yang lebih tangguh melalui pengembangan energi terbarukan dan elektrifikasi, meskipun setiap negara memiliki jalur transisinya masing-masing. Bagi Indonesia, elektrifikasi bukan hanya agenda iklim, tetapi juga peluang untuk memperkuat ketahanan energi, meningkatkan daya saing ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan industri. Berangkat dari peluncuran global kampanye Electrify Now, sesi ini akan membahas bagaimana negara-negara dapat menerjemahkan komitmen global menjadi aksi nyata di tingkat nasional dan regional, mempercepat transisi energi bersih, memperkuat ketahanan energi jangka panjang, serta meningkatkan kerja sama regional dalam mendukung transisi energi.
The global energy transition is entering a new phase, where energy security has become as important as climate action amid rising geopolitical tensions, supply disruptions, and growing electricity demand. Following commitments at COP28 to triple renewable energy capacity and double energy efficiency, and at COP29 to strengthen grids and energy storage, global discussions ahead of COP31 have shifted toward accelerating electrification as the next step in the energy transition. However, current progress remains far below what is needed, highlighting the importance of stronger policies, institutional reform, financing, and regional cooperation. For Southeast Asia, recent geopolitical crises have reinforced the need to reduce dependence on fossil fuels and build more resilient energy systems through renewable energy and electrification, although countries continue to pursue different transition pathways. For Indonesia, electrification represents not only a climate agenda but also an opportunity to strengthen energy security, improve economic competitiveness, create jobs, and support industrial development. Building on the global launch of the Electrify Now campaign, this session will explore how countries can translate global ambition into practical national and regional action, accelerate clean energy deployment, strengthen long-term energy security, and deepen regional cooperation to advance the energy transition.
Panelist and Moderator
bottom of page






