top of page

Memperkuat Peran Umat Islam dalam Aksi Iklim untuk Mencapai Target 1,5°C

  • Mar 9
  • 3 min read
Purpose, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Climate Unit, dan the 1000 Abrahamic Circles Project gelar pertemuan tertutup di Hotel Le Meridien Jakarta pada Selasa 3 Maret 2026, untuk membahas penguatan peran negara-negara Muslim dalam aksi iklim global.
Purpose, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Climate Unit, dan the 1000 Abrahamic Circles Project gelar pertemuan tertutup di Hotel Le Meridien Jakarta pada Selasa 3 Maret 2026, untuk membahas penguatan peran negara-negara Muslim dalam aksi iklim global.

Menjelang Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP31) yang akan digelar di Turki tahun depan, sejumlah pemimpin agama, diplomat, dan perwakilan pemerintah Indonesia berkumpul dalam pertemuan tertutup di Hotel Le Meridien Jakarta pada Selasa 3 Maret 2026, untuk membahas penguatan peran negara-negara Muslim dalam aksi iklim global.


Pertemuan yang digelar dalam suasana buka puasa bersama ini diselenggarakan oleh Purpose, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Climate Unit, dan the 1000 Abrahamic Circles Project. Adapun diskusi tersebut mempertemukan organisasi-organisasi Islam, sejumlah duta besar negara mayoritas Muslim, dan perwakilan pemerintah Indonesia senior untuk menyamakan perspektif, mengidentifikasi titik masuk konkret untuk kerja sama, dan memperkuat keterlibatan diplomatik menjelang COP31.


Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya menyelaraskan potensi instrumen keuangan Islam dengan upaya penanganan krisis iklim. 


FPCI, 1000 Abrahamic Circles Project, FPCI Climate Unit, Purpose, dan MOSAIC turut mendukung penguatan aksi iklim berbasis nilai-nilai Islam menjadi peluang strategis untuk memperluas kontribusi masyarakat Muslim dalam menghadapi krisis iklim global. Diyakini bahwa nilai-nilai moral dalam ajaran Islam untuk bertanggung jawab sebagai khalifah di bumi yang dilandaskan keadilan sosial dan kepedulian terhadap generasi mendatang akan menjadi landasan kuat bagi komunitas Muslim untuk mendorong aksi iklim secara bersama-sama.


Di tengah tantangan geopolitik yang semakin kompleks, pemanfaatan instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat, wakaf, dan sedekah, serta peran aktif institusi keagamaan, dapat membantu meningkatkan kesadaran dan mendorong aksi nyata di tingkat masyarakat. Upaya ini diyakini dapat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan yang berkelanjutan sekaligus menjaga target pembatasan kenaikan suhu global tetap tercapai.


Dino Patti Djalal: Dunia dengan Kenaikan Suhu 3-4 Derajat Akan Selamanya Mengubah Planet Bumi

Pendiri dan Ketua FPCI Dino Patti Djalal di pertemuan tertutup kolaborasi Purpose, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Climate Unit, dan the 1000 Abrahamic Circles Project yang digelar di Hotel Le Meridien Jakarta pada Selasa 3 Maret 2026, untuk membahas penguatan peran negara-negara Muslim dalam aksi iklim global.
Pendiri dan Ketua FPCI Dino Patti Djalal di pertemuan tertutup kolaborasi Purpose, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Climate Unit, dan the 1000 Abrahamic Circles Project yang digelar di Hotel Le Meridien Jakarta pada Selasa 3 Maret 2026, untuk membahas penguatan peran negara-negara Muslim dalam aksi iklim global.

"Kami berharap Ramadan kali ini berlangsung damai, tetapi kita tidak bertemu di tengah Ramadan yang damai, jadi ini membuat kami sangat sedih… ancaman terbesar dari semuanya adalah dunia dengan kenaikan suhu tiga derajat, atau empat derajat. Karena dunia dengan kenaikan suhu empat derajat atau tiga derajat akan menjadi bencana bagi semua orang. Kami menyebutnya induk dari semua perang atau semua konflik. Karena, itu akan memengaruhi semua orang, dan akan selamanya mengubah umat manusia dan selamanya mengubah planet bumi."


~ Dr. Dino Patti Djalal

(Pendiri dan Ketua FPCI)


Longgena Ginting: Kekuatan Negara Muslim Kunci Kontribusi Signifikan bagi Target 1,5°C


"Negara-negara mayoritas Muslim termasuk di antara negara-negara yang paling terdampak oleh perubahan iklim, tetapi mereka juga memiliki tradisi kepemimpinan etis yang kuat, keuangan Islam, filantropi, dan komunitas. Pertanyaan yang ada di hadapan kita adalah bagaimana kita dapat menyelaraskan kekuatan-kekuatan ini secara diplomatis, finansial, dan sosial untuk memberikan kontribusi yang berarti terhadap target 1,5 derajat Celcius. Prinsip dan ajaran Islam dapat melampaui narasi dan menjadi pendorong praktis adopsi energi terbarukan, ketahanan komunitas, dan keterlibatan kebijakan.”


~ Longgena Ginting

(Country Director Purpose Indonesia)


Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar: Melindungi Alam adalah Perwujudan Nyata Nilai Amanah dan Tanggung Jawab dalam Islam


"Pertemuan malam ini sangat penting untuk menyelaraskan strategi kita sehingga potensi instrumen keuangan Islam dapat secara signifikan memperluas mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Kita menyaksikan pertumbuhan pesat di sektor keuangan dan filantropi Islam. Namun, kontribusi mereka terhadap aksi iklim dan transisi energi belum sepenuhnya terkoordinasi. Bagi kami, melindungi alam adalah perwujudan nyata dari nilai-nilai amanah, kepercayaan, dan tanggung jawab dalam Islam."


~ Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A

(Menteri Agama RI)


H.E. Prof. Dr. Talip Küçükcan: Kami  Berkomitmen Menjadikan COP31 Sukses dan jadi Tonggak Penting dalam Aksi Global

"COP31 juga akan memberikan penekanan kuat pada penutupan kesenjangan implementasi. Dengan menerjemahkan ambisi menjadi tindakan melalui agenda aksi iklim yang kuat dan berorientasi pada solusi. Kami akan memastikan partisipasi yang bermakna dari masyarakat sipil, dan juga mengutamakan suara kaum muda, perempuan, dan anak-anak sebagai pusat perhatian. Bersama dengan Australia, kami sepenuhnya berkomitmen untuk menjadikan COP31 sukses dan menjadi tonggak penting dalam aksi global."


~H.E. Prof. Dr. Talip Küçükcan

(Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN)


COP 31 hadir pada momen penting bagi banyak negara mayoritas Muslim mengingat dampak perubahan iklim yang semakin intensif, serta pentingnya upaya menyeimbangkan prioritas pembangunan, ketahanan energi, dan keberlanjutan jangka panjang. Pada saat yang sama, keuangan dan filantropi Islam telah tumbuh secara signifikan dalam skala dan pengaruhnya, potensi kontribusi mereka terhadap upaya transisi iklim dan energi masih berada pada tahap awal dan dapat memperoleh manfaat dari koordinasi yang lebih dalam dan penyelarasan strategis.

Comments


Logo Climate Unit 2.png

© 2021-2025 Foreign Policy Community of Indonesia

Sekretariat FPCI

Mayapada Tower 1, 19th Floor, Unit 02

Jl. Jenderal Sudirman Kav. 28

South Jakarta, Jakarta 12920

  • YouTube
  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram
bottom of page