Menuju 100 GW PLTS: Rekomendasi Strategis FPCI dan 19 Lembaga untuk Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi
- Feb 26
- 3 min read

Climate Unit Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) telah menggelar Media Briefing: Rekomendasi Kebijakan, Regulasi, dan Implementasi Program 100 GW PLTS untuk Ketahanan dan Kemandirian Energi serta Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Post Kantoor - Koffie . Art . Kultur pada Jumat, 20 Februari 2026.
Media briefing ini digelar setelah dilaksanakan dua pertemuan Indonesia Solar Economy Dialogue/ISED. Pertemuan pertama pada 21 November 2025 dan yang kedua 23 Januari 2026 di Hotel The Westin, Jakarta.
Media briefing ini bertujuan untuk mempublikasikan seperangkat rekomendasi kebijakan strategis guna mendukung pencapaian target 100 Gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Indonesia. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memaparkan rekomendasi kebijakan yang dihasilkan sebagai bentuk dukungan strategis terhadap program 100 GW PLTS Presiden Prabowo Subianto dan komitmen Indonesia untuk mencapai 100% energi terbarukan.
Hasil rekomendasi tersebut dapat diakses di sini: https://bit.ly/ISED_Rekomendasi100GWPLTS
Adapun hasil rekomendasi Praktis 100 GW PLTS ini disusun oleh 19 organisasi masyarakat sipil dan lembaga riset sebagai upaya mendukung realisasi target 100 GW PLTS secara efektif dan strategis. Dokumen ini bertujuan untuk menjadi masukan strategis arah implementasi yang konkret, terukur, berbasis bukti, dan aplikatif bagi kementerian dan lembaga terkait, serta menjadi rujukan bagi pengambil keputusan di tingkat nasional, guna menempatkan target 100 GW PLTS sebagai fondasi awal bagi transformasi sistemik menuju sistem energi Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan, serta pemanfaatan energi bersih sebagai motor pembangunan ekonomi Indonesia.
Dr. Dino Patti Djalal: Target 100 GW dalam 10 Tahun Realistis Tercapai dengan Program yang Tepat

“100 Gigawatt dalam 10 tahun itu menurut kami adalah suatu hal yang sangat realistis dan bisa dicapai asal kita serius dan mempunyai program yang juga terlaksana. Jadi, the economics is all possible untuk Indonesia mencapai 100 GW, 10 tahun.”
~ Dr. Dino Patti Djalal Pendiri & Ketua FPCI
Dr. Agus Sari: Ambisi 100 GW Jadi Angin Segar untuk Akhiri Stagnasi EBT di Indonesia

“Perkembangan renewable kita di Indonesia, jalan di tempat sudah cukup lama. Ambisi seperti ini adalah angin segar, bisa menjadi kesempatan. Jalan di tempat ini memang karena bottleneck-nya banyak — di regulasi, di financial, di personalnya dan sebagainya. Ini adalah satu kesempatan untuk kita membuat semua peraturan-peraturannya. Jadi ada kesempatan untuk peraturan-peraturan yang menghambat, kita perbaiki. Kita berikan tempat di dalam peraturan itu untuk bisa mengembangkan, untuk bisa mencapai ambisi ini,” tegas Agus Sari.
~ Dr. Agus Sari
FPCI Climate Fellow; CEO Landscape Indonesia
Fabby Tumiwa: Target 100 GW Bisa Percepat Transisi Fosil, Listrik di Daerah 3T, dan Bangun Industri Bersih

“Pertama, membuat Indonesia transisi meninggalkan energi fosil lebih cepat. Kedua, ada kesempatan untuk menyediakan akses listrik yang handal dan terjangkau ke seluruh pelosok Indonesia. Ide listrik untuk dibangun di desa-desa terutama daerah 3T yang handal dan terjangkau. Ketiga, kesempatan untuk membangun energi bersih di Indonesia. Kalau kita lihat 100 GW ini membutuhkan 100 modul surya, sel surya, dan baterai. Ini kesempatan Indonesia untuk mempercepat pembangunan industri teknologi bersih yang selama ini tidak bisa berkembang karena tidak ada permintaannya.”
~ Fabby Tumiwa
Chief Executive Officer, Institute for Essential Services Reform (IESR)
Tiza Mafira: Jangan Lihat 100 GW sebagai Angka Besar, Tapi Modal untuk Tingkatkan Produktivitas Komunitas Desa

“... dalam mewujudkan 100GW, walaupun angka itu terlihat besar, namun sebenarnya tidak seberapa kalau kita jadikan itu sebagai modal untuk meningkatkan produktivitas komunitas desa. Karena Solar PV itu adalah energi terbarukan yang murah dan semakin murah. Bahkan kalau kita pasang dengan baterai sudah semakin murah harganya.”
~ Tiza Mafira
Direktur Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia




Comments